Teman-teman, kalian sudah pada tahu kan bahwa sekarang ada ancaman pidana bagi netizen yang berkomentar body shaming?
Pelaku penghinaan/body shaming di media sosial dapat dijerat dengan Pasal 27 ayat (3) jo. Pasal 45 ayat (3) UU. No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana yang telah diubah oleh UU. Non 19 Tahun 2016. Ini merupakan delik aduan. Ancaman pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 750 juta.
Body shaming adalah tindakan mengejek atau menghina dengan mengomentari fisik (bentuk maupun ukuran tubuh) dan penampilan seseorang.
Contohnya: "Kok kamu gendutan sih?", "Kok kamu kurus banget?", "Kamu kurusan sih? Gak bahagia ya?" atau komentar-komentar semacam itu.
Teman-teman, mungkin kalian yang pernah komen seperti diatas kepada orang lain menganggap biasa, hanya bercanda, ngga ada masalah, dan ngga merasa bersalah. Tapi kalian ngga tahu apa yang dirasakan oleh orang yang kalian komentari, apakah dia kesal, marah, sedih, atau sakit hati.
Jangan salah, kata dan kalimat seperti itu bisa bikin orang sakit hati lho teman-teman, bahkan mungkin bisa sampai depresi. Karena dasarnya, setiap orang itu berbeda dan ngga bisa disamakan satu sama lainnya. Mungkin menurut kamu kalimat-kalimat tersebut biasa, tapi belum tentu menurut orang lain juga biasa.
Mungkin kamu mengira orang yang kamu komentari seperti itu baik-baik saja kelihatannya, padahal kamu ngga tahu apa yang sebenarnya dia rasakan. Orang yang kamu bilang gendutan, dia mungkin sedang diet mati-matian untuk mengurangi berat badannya. Orang yang kamu bilang kurusan, mungkin dia sedang berjuang untuk naikin berat badannya.
Kamu ngga tahu, mungkin orang yang kamu bilang kurusan dia sedang ada masalah yang membuatnya kehilangan beberapa kg berat badannya, dan bisa kamu bayangkan kalau memang itu terjadi dan kamu malah bilang, "kok kamu kurusan?" ketimbang "Kamu baik-baik saja?" Apa yang dia rasakan? Bukannya itu justru menambah beban masalahnya?
Teman-teman, bukan tanpa alasan saya membahas hal ini. Kenapa? Karena saya pernah mengalami betapa tidak enaknya fisik saya dikomentari. Bukan, bukan karena saya tidak suka dikomentari, bukan saya tidak terima seperti itu.
Pernah suatu saat ada orang yang bilang ke saya, "kok kurusan sih?" dan hal-hal seperti itu, ngga hanya satu atau dua orang. Saya tahu mungkin mereka tidak bermaksud untuk menyakiti hati saya, membuat saya sedih, atau semacamnya. Tapi, entah mungkin karena saya terlalu sensitif atau apa, komentar seperti itu membuat saya kepikiran, membuat saya stress, saya bertanya-tanya apa ada yang salah dengan badan saya?, ada apa sih dengan diri saya?, kenapa saya begini?, sekurus itukah saya?, pertanyaan-pertanyaan seperti itu terus ada di kepala saya selama beberapa waktu. Bukan saya yang ingin memiliki keadaan seperti itu, bukan pula saya tidak bersyukur..
Karena buat saya, komentar-komentar tentang body shaming ini sangat sangat sensitif sekali.
Maka dari itu, mari teman-teman, kita jaga lisan kita, kita jaga ucapan kita, yang mana tahu akan membuat orang lain sakit hati dengan ucapan kita. Karena kita ngga pernah tahu perjuangan yang sedang dijalani tiap-tiap orang. Yang kelihatannya bahagia, belum tentu kenyataannya begitu. Yang kelihatannya baik-baik saja ketika dikomentari ini-itu, belum tentu dalam hatinya pun baik-baik saja. Kita juga ngga pernah tahu sebesar apa dampak dari ucapan yang pernah kita lontarkan kepada orang lain.
Mari hanya berkomentar yang positif dan menyenangkan hati, saja. Boleh mengkritik, namun dengan bahasa yang baik, sopan dan disertai saran yang membangun. :)